top of page
Search

Mengapa Cat Epoxy Mengelupas Lebih Cepat?

adyflokocon
Mar 16
3 min read

Updated: Mar 18

Melihat lantai epoxy pabrik yang baru berumur satu tahun sudah pecah atau mengelupas tentu sangat menjengkelkan. Rasanya seperti membeli sepatu baru yang mahal, tapi baru dipakai berjalan sebentar solnya sudah lepas.


Flokocon sering menemukan masalah ini dan biasanya penyebabnya bukan karena catnya yang jelek, tapi karena persiapan pemasangan yang kurang matang. Mari kita bedah alasan kenapa lantai epoxy anda bisa cepat mengelupas.


Cat epoxy mengelupas lebih cepat biasanya terjadi karena persiapan pemasangan yang kurang siap. Bisa karena faktor kebersihan, kelembapan, cat terlalu tipis untuk beban yang berat, faktor adanya minyak dan oli di semen dan campuran cat yang tidak pas

  1. Masalah Kebersihan

Penyebab paling sering lantai mengelupas adalah karena permukaan semen beton yang tidak dibersihkan sampai ke pori-porinya. Jika masih ada debu atau kotoran, cat epoxy hanya akan menempel pada debu tersebut, bukan pada lantainya.


Ibarat menempelkan selotip di atas pasir, selotip itu pasti akan sangat mudah lepas karena tidak "mengikat" ke dasar yang kuat. Flokocon selalu memastikan lantai digrinding dan disedot debunya sampai benar-benar bersih sebelum mulai bekerja.


  1. Masalah Kelembapan

Beton atau semen mungkin terlihat kering di luar, tapi sering kali masih ada air yang bersembunyi di dalamnya. Saat cuaca panas air pasti menguap, namun terhalang oleh lapisan cat yang rapat.


Karena tidak ada jalan keluar, uap air ini mendorong cat dari bawah sampai akhirnya cat tersebut lepas atau meletus. Inilah yang membuat lantai terlihat mengelupas atau bergelembung meskipun baru sebentar dipasang.


  1. Cat Terlalu Tipis untuk Beban Berat

Setiap lantai punya batas kekuatan, persis seperti kita yang tidak bisa memikul beban yang terlalu berat tanpa alat bantu. Jika anda menggunakan cat yang tipis di area yang dilewati truk atau forklift besar, cat itu pasti akan hancur tergilas.


Beban berat akan menekan cat dengan sangat keras sampai ia retak karena tidak sanggup menahan tekanan tersebut. Flokocon selalu menyarankan ketebalan yang pas agar lantai epoxy anda cukup kuat menghadapi beban kendaraan setiap hari. Untuk menentukan berapa ketebalan yang pas untuk kebutuhan anda, bisa baca disini.


  1. Faktor Minyak dan Oli

Lantai pabrik sering kali terkena tumpahan oli atau minyak yang meresap jauh ke dalam pori-pori semen. Jika minyak ini tidak dibuang sampai habis, cat tidak akan pernah mau menempel di area tersebut.


Minyak dan cat itu ibarat air dan api yang tidak bisa bersatu, mereka akan selalu menolak. Kami menggunakan teknik khusus untuk menarik keluar minyak yang sembunyi agar cat bisa menempel dengan sangat erat.


  1. Campuran Cat yang Tidak Pas

Mencampur bahan cat industri itu harus sangat teliti, persis seperti koki yang sedang membuat kue yang sempurna. Jika takaran antara cat dan pengerasnya salah, atau diaduknya kurang rata, cat tidak akan pernah mengeras dengan kuat.


Cat yang lembek atau rapuh akan sangat mudah sobek saat dilewati barang atau digeser sedikit saja. Itulah mengapa tenaga ahli yang berpengalaman sangat dibutuhkan agar lantai anda tidak gagal di tengah jalan.

 

Cara Mengetahui Lantai Sudah Siap Untuk Cat Epoxy


Cara untuk mengetahui lantai sudah siap untuk di-cat epoxy adalah salah satunya dengan tes plastik. Dengan melakukan tes plastik ini, kita jadi tahu apakah semen masih basah atau sudah kering. Selain tes plastik, bisa juga melakukan tes tetesan air atau tes menggunakan selotip untuk mengecek debu

Berikut adalah 3 cara sederhana untuk memastikan lantaimu sudah siap dicat atau belum:

 

  1. Tes Plastik (Mencari Air yang Bersembunyi)

Ambil selembar plastik bening (seperti pembungkus makanan) dan tempelkan di atas lantai semen menggunakan selotip di keempat sisinya. Biarkan plastik itu menempel selama satu malam penuh.


Besok paginya, lihatlah di bawah plastik itu. Jika ada butiran air atau warna semen jadi lebih gelap, berarti lantaimu masih basah di dalam. Semen yang basah tidak boleh dicat karena nanti catnya pasti akan meletus dan mengelupas.


  1. Tes Tetesan Air

Ambil segelas air, lalu teteskan sedikit air ke beberapa bagian lantai pabrik anda. Perhatikan apa yang terjadi pada tetesan air tersebut dalam waktu satu menit.


Jika airnya cepat hilang terserap ke dalam semen, berarti lantaimu sudah kering dan siap diaplikasikan cat epoxy primer. Tapi jika airnya hanya diam, berarti ada minyak atau kotoran yang menghalangi cat untuk menempel.


  1. Tes Selotip (Mengecek Debu)

Ambil selotip yang sangat lengket, lalu tempelkan dengan kuat ke lantai dan cabut dengan satu tarikan cepat. Jika selotipnya kotor penuh debu putih atau rontokan semen, berarti lantaimu belum cukup bersih untuk dicat.

 

Melakukan tes ini membantumu menghemat banyak uang agar tidak salah langkah saat membangun lantai pabrik. Flokocon selalu melakukan pengecekan yang lebih canggih, tapi tes sederhana ini adalah langkah awal yang cerdas bagi setiap pemilik bisnis.

 

Kesimpulan

Lantai yang mengelupas adalah cara lantai tersebut memberitahu bahwa ada tahap persiapan yang dilewati atau salah dilakukan. Di Flokocon, kami fokus pada detail terkecil sejak awal agar anda tidak perlu keluar uang lagi untuk memperbaiki lantai yang rusak dalam waktu singkat.

 
 
 

Comments


Logo PT Flokocon Bangunpermai

PT. FLOKOCON BANGUNPERMAI

Ruko Este Square Blok C 18, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No. 56-58, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60115. 

Ruko Mendrisio 2 Blok A No. 30, Jl. Boelevard iL Lago, Cihuni, Kec. Pagedangan,  Kab. Tangerang - Banten 15332.

Service

Epoxy Flooring

Painting

Waterproofing

Office Hours

Mon-Fri

Saturday

Sunday

08.00-17.00

08.00-16.00

Closed

@2026 by PT. Flokocon Bangunpermai  |  All rights reserved  |  Privacy Policy  |  Terms of use  |  FAQ

bottom of page